Peserta PPG Pasca SM-3T Angkatan VI Tahun 2018 Departemen PKn Universitas Pendidikan Indonesia


Peserta PPG Pasca SM-3T Angkatan VI Departemen PKn Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2018. Peserta PPG Pasca SM-3T Angkatan VI Departemen PKn Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2018 Berjumlah 18 Peserta terdiri dari 9 Peserta asal LPTK Universitas Negeri Jakarta serta 9 Peserta asal LPTK Universitas Pendidikan Indonesia. Poto ini diambil sesaat setelah selesai workshop mata kuliah Pendalaman Materi PPKn Kelas VII yang diampu oleh Dosen Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si. Guru Besar Komunikasi Politik, FPIPS Universitas Pendidikan Indonesia yang kondang sering menjadi Narasumber/Pembicara/Komentator Politik di beberapa Stasion Televisi Swasta Nasional.

Daftar Nama Peserta PPG Pasca SM-3T Angkatan VI Departemen PKn Universitas Pendidikan Indonesia Tahun 2018 sebagai berikut :
Arsyad
  1. Desti Asriyani
  2. Erina
  3. Fikayanti
  4. Fitriana Batubara
  5. Hadi Hartono
  6. Intan Fathonah Nur’ Aziza
  7. Luki Susanto
  8. Muhamad Yogi
  9. Putri Astuti Dewi
  10. Ratna Yulianti
  11. Revina Fatimah
  12. Riani
  13. Rizal Wirahadikusumah
  14. Sulistyo Budi Hartono
  15. Witman Syahroni
  16. Yeni Dahniar
  17. Yoseph Fios
Pada hari Senin tangg 19 November 2018 tepatnya di Auditorium SMA Negeri 7 Bandung pukul 09.54-10.30 WIB dilaksanakan penarikan Peserta PPL PPG Pasca SM-3T PKn yang berjumlah 3 peserta PPL diantaranya : Fitriana Batubara, S.Pd., Muhamad Yogi, S.Pd. dan Rizal Wirahadikusumah, S.Pd.. Adapun Dosen pembimbingnya adalah Prof. Dr. H. Sapriya, M.Ed. Hadir pula dalam pelaksanaan penarikan peserta PPL tersebut bapak Drs. H. Rodyana, M.M. selaku Kepala SMA Negeri 7 Bandung, Bapak Drs. Dede Darwadi selaku Koordinator Guru Pamong PPL PPG SM-3T, Bapak Drs. H. Tatang Ojang selaku Wakasek Humas, Drs. Abdurahman QOM selaku Wakasek Sarana dan Prasarana, Dra. Hj. Dewi Kurniaty selaku Guru Pamong PPL PPG, Kasnawati, S.Pd. selaku Guru PPKn Kelas XI serta Bapak Lili, S.Pd. selaku Kepala TU SMA Negeri 7 Bandung.























Dokumentasi Peerteaching Pendidikan Profesi Guru SM-3T Angkatan VI Tahun
2018 Departemen PKn Universitas Pendidikan Indonesia
Pendidikan Profesi Guru (PPG) adalah pendidikan tinggi setelah program pendidikan sarjana yang mempersiapkan peserta didik untuk memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus dalam menjadi guru. Pendidikan profesi guru harus ditempuh selama 1-2 tahun setelah seorang calon lulus dari program sarjana kependidikan maupun non sarjana kependidikan. PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) merupakan program pengganti akta IV yang tidak berlaku muali tahun 2005

Gelar


Lulusan pendidikan profesi akan mendapatkan gelar. Menurut Mohammad Nuh (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), pendidikan profesi akan melegitimasi profesi guru. Pendidikan profesi juga akan menambah gelar (Gr) di belakang nama guru tersebut. karena menurut undang-undang, guru adalah profesi, sama seperti dokter.

Tujuan

PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) diharapkan kompetensi dan profesionalisme guru benar-benar lebih terjamin dengan menjalani masa pendidikan selama 2 semester atau 1 tahun. PPG (Program Pendidikan Profesi Guru) berlaku bagi yang ingin menjadi guru baik sarjana dari fakultas pendidikan, maupun non pendidikan.

Keunggulan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akhirnya melegalkan sarjana non kependidikan untuk menjadi guru profesional. Ke depan sarjana lulusan di luar FKIP (fakultas keguruan dan ilmu pendidikan) itu bersaing dengan sarjana yang empat tahun mengenyam kuliah kependidikan. Kebijakan membuka akses bagi sarjana non kependidikan untuk menjadi guru ini tertuang dalam Permendikbud 87/2013 tentang Pendidikan Profesi Guru Prajabatan (PPG). Sarjana dari fakultas non FKIP itu bebas mengajar mulai dari jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Sarjana non kependidikan juga diwajibkan mengikuti saringan masuk PPG selayaknya sarjana kependidikan.

Meskipun aksesnya dibuka setara dengan lulusan FKIP, sarjana non kependidikan wajib mengikuti dan lulus program matrikulasi dulu sebelum menjalani PPG. Sedangkan untuk sarjana FKIP yang linier atau sesuai dengan matapelajaran yang bakal diampu, tidak perlu mengikuti program matrikulasi itu. Khusus untuk sarjana yang bakal mengajar di jenjang SMP dan SMA/sederajat, tidak ada perlakukan berbeda bagi lulusan kependidikan maupun non kependidikan ketika mengikuti PPG. Mereka diwajibkan untuk mengikuti PPG dengan bobot atau beban belajar sebanyak 36 hingga 40 SKS. Menurut Sulistiyo sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Kemendikbud harus bisa menanggung risiko jika membuka akses luas kepada sarjana non kependidikan untuk menjadi guru profesional. Guru adalah profesi khusus, sehingga pendidikannya juga khusus dalam waktu yang cukup
 
Ilustrasi


Download File Buku Guru dan Siswa PPKn Kelas X, XI Edisi Revisi 2017 dan Kelas XII Edisi Revisi 2018 Klik di bawah ini :


Buku Guru PPKn Kelas X Edisi Revisi 2017

Buku Siswa PPKn Kelas X Edisi Revisi 2017

Buku Guru PPKn Kelas XI Edisi Revisi 2017

Buku Siswa PPKn Kelas XI Edisi Revisi 2017

Buku Guru PPKn Kelas XII Edisi Revisi 2018

Buku Siswa PPKn Kelas XII Edisi Revisi 2018


Terima kasih telah mengunjungi Blog saya.


Ilustrasi

Bagi kalian yang membutuhkan bahantayang atau presentasi untuk materi pelajaran PPKn Kelas X BAB 3. Saya tawarkan hasil karya saya untuk kalian pakai sebagai sumber belajar atau sumber mengajar. Silahkan klik judul materi di bawah ini untuk mengunduh materi!


Ilustrasi
RPP Kurikulum 2013 revisi tahun 2018 merupakan kelanjutan implementasi Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2017 yang mengintegrasikan PPK, keterampilan Abad 21 atau 4C, Literasi, dan HOTS. 
  1. Mengintegrasikan PPK (Penguatan Pendidikan Karakter) di dalam pembelajaran, yaitu mengintegrasikan dan mengembangkan karakter terutama 5 karakter: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
  2. Mengintegrasikan literasi, yaitu kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.
  3. Mengintegrasikan dan mengembangkan keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);
  4. Mengintegrasikan HOTS, yaitu kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.