D0MLSKs3HUAY5JANnDpgOuWdyVfOIVZqDnS7zqVx

Tentang Saya

Foto Saya
Do it before it is too late.

Penerima Nobel Tahun 2019

Penghargaan Nobel dianugerahkan setiap tahun kepada mereka yang telah melakukan penelitian yang luar biasa, menemukan teknik atau peralatan yang baru, atau telah melakukan kontribusi luar biasa ke masyarakat. Penghargaan ini dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi mereka yang mempunyai jasa besar terhadap dunia. Penghargaan Nobel pertama kali diberikan berdasarkan wasiat Alfred Nobel, seorang industrialis Swedia, dan seorang penemu dinamit. Dia menandatangani wasiat tersebut di Swedish-Norwegian Club di Paris pada tanggal 27 November 1895. Hal ini dilakukan karena ia terkejut melihat hasil penemuannya justru dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan yang merusak, dan dia menginginkan agar penghargaan Nobel diberikan kepada mereka yang berjasa besar bagi kemanusiaan.


Berikut Daftar Penerima Nobel Tahun 2019


1. Penerima Nobel di Bidang Fisiologi dan Kedokteran




Dua ilmuwan Amerika dan seorang ilmuwan Inggris telah dianugerahi Hadiah Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran karena penemuan mereka tentang “bagaimana sel-sel merasakan dan beradaptasi dengan ketersediaan oksigen.” Komite Nobel mengatakan hari Senin (7/10) bahwa penghargaan itu diberikan kepada William Kaelin, Gregg Semenza dan Peter Ratcliffe.



2. Penerima Nobel di Bidang Fisika



NobelPrize 2019 di bidang fisika telah dianugerahkan kepada James Pebbles untuk penemuan teoretisnya dalam kosmologi fisik, dan satu lainnya diberikan kepada Micher Mayor dan Didier Queloz, yang menemukan sebuah planet ekstrasurya.


3. Penerima Nobel di Bidang Kimia



Melansir pemberitaan Kompas.com (8/10/2019), hadiah nobel kedokteran tahun 2019 diberikan kepada William Kaelin Jr, Sir Peter Ratcliffe, dan Gregg Semenza. Ketiga tokoh tersebut mengungkap tentang bagaimana sel manusia beradaptasi terhadap perubahan tingkat oksigen di dalam tubuh. Pengumuman pemenang untuk kategori ini dilakukan pada 7 Oktober 2019

Tiga orang ilmuwan menerima Hadiah Nobel 2019 di bidang Kimia atas penelitian mereka dalam teknologi baterai. Ketiga orang tersebut adalah John B. Goodenough, M. Stanley Whittingham, dan Akira Yoshino. Ketiganya akan berbagi hadiah untuk penelitian mereka pada "pengembangan baterai lithium ion.



4. Penerima Nobel di Bidang Sastra




Nobel Sastra Tahun 2019 dianugerahkan kepada penulis Austria, Peter Handke sementara Nobel Sastra 2018 jatuh pada sastrawati Polandia, Olga Tokarczuk, demikian diumumkan Akademi Swedia pada Kamis (10/10/2019). Pada tahun ini Nobel Sastra kembali digelar setelah ditiadakan pada 2018 lalu akibat skandal pelecehan seksual yang melibatkan suami salah satu anggota akademi tersebut. Sejak itu, anggota akademi telah dipilih ulang dan beberapa aturan penentuan penerima hadiah diubah.

Handke yang berusia 76 tahun, oleh Akademi Swedia disebut sebagai salah satu penulis paling berpengaruh di Eropa setelah Perang Dunia II dengan karya seperti novel, esai, dan drama.


Ia juga dikenal sebagai salah satu penulis naskah Wings of Desire, sebuah film yang dirilis tahun 1987 dan banyak mendapat pujian.

Akademi Swedia mengatakan bahwa Handke menghasilkan "sebuah karya berpengaruh, yang dengan kebaruan linguistiknya telah mengeksplorasi batas-batas dan kekhususan pengalaman manusia."

Sementara Tokarczuk, 57, menulis novel pertamanya pada 1993. Ia, yang juga seorang psikolog terlatih, pada 2018 kemarin memenangkan anugerah Man Booker International Prize lewat novel berjudul Flight. Ia telah memicu kontroversi di kampung halamannya, Polandia, dengan mengorek sejarah gelap negara itu, melawan kisah sejarah resmi yang dipromosikan oleh partai berkuasa, Prawo i Sprawiedliwosc atau Partai Hukum dan Keadilan (PiS).

Tokarczuk memenangkan Nobel Sastra 2018 untuk "sebuah imajinasi naratif, yang dengan gairah ensiklopedik menampilkan penerabasan atas batas-batas, sebagai sebuah bentuk kehidupan."



5. Penerima Nobel di Bidang Perdamaian



Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian 2019 atas upayanya mencapai perdamaian dengan Eritrea. Ethiopia dan Eritrea merupakan musuh lama yang berperang di perbatasan dari 1998 hingga 2000. Setelah bertahun-tahun bermusuhan, kedua negara akhirnya memulihkan hubungan pada Juli 2018.

"Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed Ali telah dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian tahun ini atas upayanya untuk mencapai perdamaian dan kerja sama internasional, dan khususnya untuk inisiatif yang menentukan dalam menyelesaikan konflik perbatasan dengan negara tetangga Eritrea," demikian pernyataan Komite Nobel, dikutip dari Reuters, Jumat (11/10/2019).



6. Penerima Nobel di Bidang Ekonomi



Tiga ekonom asal Amerika Serikat berhasil mendapat penghargaan Nobel Ekonomi 2019 atas pendekatan baru yang mereka temukan untuk mengurangi kemiskinan global, termasuk pendekatan baru dalam bidang pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Ketiganya berhasil menunjukkan bagaimana masalah kemiskinan global dapat dipecahkan secara konkret pada tingkat yang lebih kecil, yakni di tingkat individu atau kelompok. Penelitian ketiganya juga dianggap telah mentransformasi penelitian di bidang ekonomi pembangunan.

Royal Swedish Academy menganugerahi penghargaan tersebut kepada Abhijit Banerjee ekonom asal AS yang lahir di India dan istrinya yang berkebangsaan Prancis-Amerika Esther Duflo, serta ekonom AS Michael Kremer dari AS. "Pemenang tahun ini telah memperkenalkan pendekatan baru untuk menemukan jawaban yang dapat diandalkan tentang cara terbaik untuk memerangi kemiskinan global," ujar juri.

Juri mengatakan ketiganya menemukan cara baru yang lebih efisien untuk memerangi kemiskinan dengan memecahkan persoalan sulit menjadi lebih sederhana, lebih mudah ditangani, yang kemudian dapat dijawab melalui penelitian lapangan.

Nobel kedokteran tahun 2019 diberikan kepada William Kaelin Jr, Sir Peter Ratcliffe, dan Gregg Semenza. Ketiga tokoh tersebut mengungkap tentang bagaimana sel manusia beradaptasi terhadap perubahan tingkat oksigen di dalam tubuh. Pengumuman pemenang untuk kategori ini dilakukan pada 7 Oktober 2019.
Related Posts
Muhamad Yogi
Do it before it is too late.

Related Posts

Posting Komentar