This Blog is protected by DMCA.com

D0MLSKs3HUAY5JANnDpgOuWdyVfOIVZqDnS7zqVx

Tentang Saya

Foto Saya
Do it before it is too late.

Pengikut

Arsip Blog

Label

Naik Perahu Ketingting Menuju Kampung Biopis | SM-3T | SD Inpres Biopis

Guru SM-3T, Pak Yogi dan Pak Ridwan saat menuju kampung Biopis memakai perahu Ketingting milik masyarakat kampung Sayua. | Dokumentasi 28 April 2017
Ketingting merupakan salah satu alat transportasi yang sering digunakan masyarakat kabupaten Asmat. Begitu juga dengan kami sering menggunakan alat transportasi yang satu ini, ketingting bentuknya tidak terlalu besar namun cukup panjang, 1 perahu ketingting bisa membawa sekitar 10 orang kalau tidak membawa barang bawaaan. Ketingting ini hanya digunakan masyarakat untuk jarak yang tidak terlalu jauh serta tidak disarankan untuk dipakai melawati laut lepas.

Jika dibandingkan dengan alat transpotasi yang lainnya seperti Speedboat dan Fiber, Ketingting ini lebih hemat bahan bakar, maka tidak heran banyak masyarakat yang memilih ketingting dibanding kendaraan transportasi sungai/laut yang lainnya. Selain hemat bahan bakar juga harga perahu ketingting ini tidak terlalu mahal, saya pernah mendengar dari beberapa masyarakat bahwa 1 ketingting ini harganya dimulai dari Rp. 9.000.000,00 sampai dengan Rp. 15.000.000,00.

Menaiki perahu ketingting menjadi alternatif jika kami akan bepergian baik ke pusat distrik maupun ketempat lainnya untuk berbagai kepentingan. Hanya ada satu saja yang membuat kami agak terganggu jika menaiki perahu ketingting ini, yaitu suara mesinnya yang sangat bising, cukup membuat telingga kami tidak nyaman. Jika kita berbicara di ketingting kemungkinan besar tidak akan terdengar karena suara mesinnya yang sangat keras.

Ketingting juga selain hemat bahan bakar, juga sangat ringan tidak jauh dengan perahu dayung yang dibuat masyarakat sehingga sesekali jika mesin mati atau kehabisan bahan bakar kita bisa saja menggunakan dayung untuk menjalankannya. Ketingting ini bahan bakarnya adalah bensin, 1 liter bensin cukup untuk kami pulang-pergi kepusat distrik.

Sayapun dengan rekan saya pak Ridwan sudah sangat tidak asing lagi dengan ketingting ini, karena merupakan alat transportasi yang sering kami gunakan kami untuk menuju berbagai tempat tujuan. Jika kami ingin menumpang menaiki ketingting milik masyarakat untuk kepusat distrik serta untuk sebaliknya juga kami cukup mengeluarkan uang sekitar Rp. 20.000,00.
Related Posts
Muhamad Yogi
Do it before it is too late.

Related Posts

3 komentar

  1. pengin coba naikin perahu ehh tapi mabok laut ane gan orangnya wkwk

    Ditunggu kunjungan baliknya ya gan diblog ane:
    https://www.logogratis.id

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siap hu, terima kasih telah bersedia mengunjungi blog saya.

      Hapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus