D0MLSKs3HUAY5JANnDpgOuWdyVfOIVZqDnS7zqVx

Tentang Saya

My Photo
Do it before it is too late.

Pengikut

Blog Archive

Labels

Menunggu Waktu Magrib di Dermaga Kampung Biopis |SM-3T | SD Inpres Biopis

Pak Yogi dan Pak Ridwan Guru SM-T SD Inpres Biopis saat mencoba memancing Udang di Dermaga Kampung Biopis sambil menunggu datangnya waktu Magrib. 
[Dokumentasi 6 Februari 2017]
Bermain di Dergama Kampung Biopis merupakan aktivitas rutin yang sering kami lakukan ketika kegiatan yang berkaitan dengan sekolah telah selesai. Kami mempunyai jadwal rutin kegiatan belajar dan mengajar tambahan bagi mereka peserta didik yang belum bisa membaca, menulis dan menghitung serta kegiatan Pemantapan Persiapan UASBN dan UN bagi peserta didik kelas VI. Kegiatan tersebut biasanya di lakukan pukul 15.30 sampai dengan pukul 17.00 WIT.

Setelah kegiatan belajar tambahan dan pemantapan bagi peserta didik kelas VI selesai kami selalu menghabiskan waktu dengan bermain di Dermaga. Ada dua dermaga yang sering kami datangi untuk bermain yaitu Dermaga Kampung Biopis dan Dermaga Kampung Bora. Pada kali kami bermain di dermaga kampung Biopis sambil menunggu waktu magrib. Kami mempuyai waktu sekitar 1 Jam untuk bermain di sore hari pasca selesainya kegiatan di sekolah.

Dermaga menjadi salah satu tempat favorit kami untuk bermain sambil menunggu waktu maghrib karena, di dermaga selalu ramai dengan orang-orang, ada yang sedang mancing ikan, ada yang sedang mancing udang, ada yang sedang berenang, ada yang sedang ngobrol dan lain sebagainya. Dermaga tidak pernah sepi dari orang-orang, karena tempat naik dan turunnya orang-orang yang bepergian. Selain itu jug didermaga kami dapat melihat pemandangan yang enak dilihat.

Speed Boat, fiber, ketingting dan perahu dayung silih berganti melewati sungai Fayit. Pemandagan air naik dan turun juga sering kami dapatkan ketika bermain di dermaga. Saya dan Ridwan biasanya menghabiskan waktu di dermaga dengan berduduk-duduk sambil ngobrol dan menatap aliran air sungai atau kami biasanya menyebutnya dengan “Ngajubleg”. Entah kenapa dengan bermain dan berduduk-duduk sambil menatap air sungai kami merasa mendapatkan suasana kebatinan yang tidak biasa, seperti tenang sekali tanpa ada beban.

Kebetulan pada kali ini kami melihat banyak anak-anak yang sedang memancing di dermaga kampung Biopis, sayapun dan Ridwan sempat mencoba juga memancing udang. Memancing udang sendiri sama caranya dengan memacing ikan cuman umpan yang kami gunakan agak berbeda. Tapi ada juga umpan yang bisa dipakai untuk memancing ikan sekaligus juga untuk memancing udang. Selama saya mencoba memancing, terus terang saja saya tidak pernah mendapatkan udang ataupun ikan, kecuali pak Ridwan yang terkadang bisa mendapatkan udang atau ikan.

Seru juga sih mencoba memancing ikan atau udang tapi jengkel juga kalau tak dapat-dapat. Walupun demikian, jika kami tidak mendapatkan udang ataupun ikan terkadang kami diberi oleh masyarakat yang mendapat hasil pancingan yang banyak, beberapa peserta didik SD Inpres Biopis juga terkadang memberikan hasil pancingannya pada kami. Ada juga Guru yang rajin memberikan sebagian hasil pancingannya kepada kami yaitu pak Tersisius Ter, beliau terkadang menyuruh anaknya mengirimkan ikan atau udang hasil pancingannya kepada kami.

Menghabiskan waktu di dermaga dengan berbagai kegiatan inilah yang sering kami lakukan sebagai Guru SM-3T untuk menunggu datangnya waktu Magrib. Jika waktu sudah menunjukan pukul 18.00 WIT kamipun bergegas pulang selain untuk melaksanakan sholat magrib kamipun juga harus menyiapkan makan malam serta mengerjakan beberapa kegiatan yang berkaitan dengan sekolah.
Related Posts
Muhamad Yogi
Do it before it is too late.

Related Posts

Post a comment