D0MLSKs3HUAY5JANnDpgOuWdyVfOIVZqDnS7zqVx

Tentang Saya

My Photo
Do it before it is too late.

Pengikut

Blog Archive

Blog Archive

Labels

Ikuti Saya di Media Sosial Lain

Twitter Facebook LinkedIn Instagram Youtube Channel

Tangisan Guru Di Moment Perpisahan | SM-3T | SD Inpres Biopis

Sebelah kanan Pak Yogi (Guru SM-3T UPI Angkatan VI Tahun 2016), di tengah  Pak Tarsisius Ter, serta di paling kiri Pak Ridwan (Guru SM-3T UPI Angkatan VI Tahun 2016) yang menangis saat penyampaian Kesan dan Pesan dari Guru dan Peserta Didik SD Inpres Biopis Tahun Pelajaran 2016-2017 | Dokumentasi 5 Juni 2017
Perpisahan merupkan hal yang harus kami lewati ketika berakhirnya masa pengabdian kami di SD Inpres Biopis. Perpisahan adalah hal paling dibenci, hal yang paling tidak disukai oleh semua orang termasuk kami Guru SM-3T, Guru SD Inpres Biopis dan Seluruh Peserta Didik SD Inpres Biopis.

Kami dijadwalkan akan dijemput oleh perwakilan dari Dinas Pendidikan Kab. Asmat pada Hari Kamis, 6 Juni 2017. Sehingga pada hari Rabu 5 Juni 2018 Kami Guru SM-3T mengadakan perpisahan dengan seluruh peserta didik dan Guru SD Inpres Biopis. Pada Perpisahan ini juga Guru SM-3T penempatan SMP Negeri 1 Fayit yaitu Pak Fadhil dan Guru SM-3T Penempatan SD Persiapan Negeri Bagair 1 pak Indra dan pak Egi ikut Hadir dalam kegiatan perpisahan ini. 

Acara perpisahan ini sangat mendadak kami adakan karena kabar dan informasi yang kami terima tentang penjemputan kami juga mendadak kami terima. Pak Fadhil, pak Indra dan pak Egi selain ikut berpamitan dalam kegiatan perpisahan ini juga bertugas mendokumentasikan kegiatan perpisahan. Salah satu rekan kami Pak Andi penempatan SMP Negeri 1 Fayit sangat disayangkan tidak bisa hadir dalam acara Perpisahan di SD Inpres Biopis ini karena  ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.

Perlu diketahui juga kami khususnya Guru SM-3T Penempatan SD Inpres Biopis cukup kecewa dengan pelaksanaan kegiatan perpisahan ini karena banyak Guru SD Inpres Biopis yang tidak hadir. Pak Fransiskus Ande Dadi (Kepsek), pak Sergius Ambur Bayua, pak Nikolaus Wisakam serta pak Yohanes Aris Adidantos tidak hadir dengan berbagai alasan. Padahal ini moment terakhir kami di SD Inpres Biopis, kami inginnya seluruh Guru dapat hadir.

Dalam momen perpisahan ini hanya dihadiri 3 Guru saja yaitu pak Didimus Yaya, Pak Tersisius Ter dan pak Arnoldus Bayap. Kami tidak sempat mengadakan perpisahan dengan Masyarakat, begitupun belum pamaitan kepada ketiga kepala kampung, karena penjemputan kami yang mendadak. Begitupun juga para kepala kampung yang tidak ada di tempat karena sedang berada di Pusat Kabuaten Asmat.


Pada momen perpisahan ini diantara seluruh Guru yang hadir, sayalah yang pertama kali menangis ketika pak Didimus selaku wakil kepala sekolah menyapaikan sambutan berserta kesan dan pesan tentang Guru SM-3T. Saya mencoba menahan dan menyembunyikan kesedihan tapi tidak bisa, akhirnya dalam situasi tersebut pecah, saya menangis tak henti-henti. Pak Fadhil yang duduk disebelah sayapun sempat mengusap ngusap pundak saya.

Sebagai guru SM-3T yang kurang lebih satu tahun berada di SD Inpres Biopis patinya banyak hal yang sudah kami lakukan disana. Banyak juga hal yang sudah kami pelajari dari kehiduapan masyarakat disana. Hal yang membuat kami berat untuk meninggalkan SD Inpres Biopis adalah kami belum puas dengan hasil kinerja kami selama mengajar di SD Inpres Biopis. Waktu selama 1 tahun ternyata tidak lama sehingga apa yang kami lakukan di SD Inpres Biopis hanya membawa perubahan yang  sangat kecil.

Masih banyak peserta didik yang belum bisa membaca, menulis dan menghitung membuat kami, merasa belum puas. Banyak peserta didik juga yang kehadirannya sangat kurang kesekolah menjadi beban berat yang kami tinggalkan disana. Kamipun menyerahkan kembali mandat kami sebagai Guru Kelas V dan VI kepada Pak Didi selaku wakil Kepala Sekolah. Pada kesempatan ini juga pak Fadhil selaku Wakil Ketua Koordinator Guru SM-3T Distrik Fayit menyampaikan Kesan dan Pesan di hadapan seluru Peserta didik dan guru-guru yang hadir. Kecuali pak Indra dan Pak Egi tidak sempat menyampaikan kesan dan Pesan. 


Pak Didi, pak Arnold dan pak Tersisius serta pak Ridwan ikut menangis di moment ini, apalagi pak Ridwan ketika seluruh peserta didik menyanyikan “lagu Hymne Guru” untuk kami, beliau tak kuasa untuk menahan tangis. Hati saya sangat tersentuh dengan mereka menyanyikan lagu Hymne guru karena sayalah Guru yang pertama kali mengajarkan mereka lagu wajib nasional ini.


Pada akhir momen perpisahan ini kami semua bersalaman dengan seluruh guru dan peserta didik yang hadir pada Perpisahan ini sambil menyanyikan lagu Terima Kasihku.
Related Posts
Muhamad Yogi
Do it before it is too late.
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Post a Comment