D0MLSKs3HUAY5JANnDpgOuWdyVfOIVZqDnS7zqVx

Tentang Saya

Foto Saya
Do it before it is too late.

Bermain di Rumah Bujang (Jew) | SM-3T | SD Inpres Biopis

Pak Yogi, Guru SM-3T UPI Angkatan VI Tahun 2016 saat bermain di Rumah Bujang Kampung Biopis bersama Peserta Didik SD Inpres Biopis. | Dokumentasi 10 Januari 2017.
Jew atau Rumah Bujang merupakan rumah adat dari suku Asmat. Jika kalian datang ke Asmat rumah ini akan banyak kalian temui, biasanya rumah bujang ini didirikan didekat sungai serta menghadap langsung kesungai. Selain bermain di Dermaga termpat kedua yang saya dan teman saya sering datang yaitu Rumah Bujang. Jika dilihat rumah ini semunya terbuat dari kayu, untuk atapnya sendiri terbuat dari daun sagu yang dianyam. Rumah bujang ukurannya sangat besar sekali dapat menampung puluhan orang di dalamnya.

Rumah bujang merupakan tempat untuk dilaksanakannya berbagai kegiatan adat asli suku Asmat. seperti Pesta Ulat Sagu, Main Adat, Pembuatan Patung Bis dan Pembuatan Atribut Adat biasanya akan dilakukan di Rumah Bujang ini. Selain untuk acara adat biasanya acara yang berkaitan dengan pemerintahn sendiri sering dilaksanakan di rumah bujang seperti Musrenbang tingkat Kampung atau Desa sering dilaksanakan di Rumah Bujanag. Didalam rumah ini ada tungku dan tiang penyangga utama yang cukup besar, jumlah tunggku dan tiang peyangga tersebut melambangkan Jumlah marga yang tinggal atau yang hidup di wilayah kampung tersebut.

Saya dengan teman sepenempatan sering bermain dirumah bujang ini, apalagi jika ada kegiatan adat, Selain tentunya banyak sesepuh dan tokoh adat yang biasanya sering ada di rumah bujang ini tentunya juga anak-anak juga sering terlihat bermain disini. Dirumah bujang ini kita sering berduduk santai, ngobrol bahkan sampai dengan tidur. Pemandagan cukup indah juga dapat kami lihat di rumah bujang ini karena didepan rumah Bujang Kampung Biopis ini adalah kali atau sungai Fayit.

Rumah Bujang Kampung Biopis ini berdiri tidak jauh dari Dermaga Kampung Biopis mungkin sekitar 15-25 meter dari Dermaga sehingga sering kami datangi karena lokasinya yang sangat dekat dengan dermaga kampung Biopis. Di Rumah bujang ini saya dengan teman saya sendiri sempat merasakan tidur siang walupun tidak lama, suasananya sangat sejuk, banyak angin sepoy-sepoy yang lewat, serta membuat kami nyaman bersinggah disini.

Sepintas rumah ini mungkin kalau di Bandung disebut saung yang sering ditemukan di kebun datau sawah. Keberadaan rumah bujang ini juga dapat mengambarkan bagaimana budaya dan adat kampung sekitar tetap lestari, terjaga dan terus berjalan sampai saat ini.
Related Posts
Muhamad Yogi
Do it before it is too late.

Related Posts

Posting Komentar