D0MLSKs3HUAY5JANnDpgOuWdyVfOIVZqDnS7zqVx

Tentang Saya

Foto Saya
Do it before it is too late.

Sarapan dengan Pisang Rebus dan Kelapa Tua | SM-3T | SD Inpres Biopis

Guru SM-3T, Pak Yogi paling kiri dan Pak Fransiskus Ande Dadi (Kepala SD Inpres Biopis) ditegah serta Yanuarius Teta paling kanan saat sarapan dengan Pisang Rebus dan Kelapa Tua. | 11 November 2016.
Sarapan merupakan kegiatan yang wajib kita lakukan sebelum kita berangkat kesekolah. Namun di Penempatan Tugas ini saya dengan teman sepenempatan pak Ridwan sering merasakan sarapan dengan makanan yang sebenarnya tidak lazim untuk sarapan pagi. Sarapan memang sangat harus kita lakukan seblum berangkat ke sekolah. Jangan sampai kita mengajar dengan perut yang lapar, karena dengan menahan lapar bisa menyebabkan kita terkena penyakit Malaria.

Kondisi geografis Kampung Biopis yang cukup jauh dari pusat distrik membuat kita harus menyesuaikan diri dengan berbagai makanan yang sudah tersedia. Pisang dan Kelapa merupakan salah satu buah-buahan yang keberadaannya sangat berlimpah di Kampung Biopis. Sehingga kedua makanan ini sering kami konsumsi setiap harinya. Mungkin kalian bisa bayangkan sendiri rasanya makan pisang rebus dan kelapa tua dipagi hari. Tapi itulah pedalaman kita harus bisa menyesuaikan dengan kondisi tempat kita berada.

Perlu diketahui juga pisang yang kami rebuspun sebenarnya masih sangat muda jauh dari kata matang tapi karena kebiasaan masyarakat sini begitu juga dengan kepala Kepsek SD Inpres Biopis sering makan pisang rebus yang mentah kamipun juga ikut kebiasaan tersebut. Selain dengan kelapa tua kami juga terkadang sarapan pagi dengan Mie rebus dicampur dengan pisang rebus mentah, memang tidak lazim jika pisang rebus dimakan bareng dengan mie rebus apalagi pisang yang mentah.

Kami jadi terbiasa dengan makan tersebut, apalagi kami tidak boleh hadir dan mengajar di kelas dengan keadaan perut kosong, ini cukup berbahaya. Ada satu lagi makan yang yang sering dijadikan menu sarapan pagi yaitu makanan khas yang merupakan makan poko suku Asmat yaitu Sagu. Sagu ini sebenarnya bahan pembuatan dari tepung. Kami juga terkadang sarapan dengan sagu namun saya tidak bisa memakan banyak karena rasanya yang datar dan menurut saya pribadi tidak enak. Sagu ini sering dimakan dengan cara digoreng dan juga dibakar. Walaupun digoreng ataupun dibakar tetap saja sepengalaman saya rasanya tidak enak.

Sarapan dengan menu sebagaimana diceritakan tadi, sebenarnya tidak kami lakukan setiap hari, namun ketika persediaan bahan makan kami habis dan tentunya belum sempat untuk membeli bahan pokok makanan ke pusat distrik, sehingga kami harus sarapan dengan makanan yang seadanya. Sarapan dengan makanan yang tidak lazim sudah menjadi resiko jika kalian menjadi Guru SM-3T atau guru pedalaman kalian harus bisa menyesuaikan dengan keadaan tempat dimana kalian ditugaskan.
Related Posts
Muhamad Yogi
Do it before it is too late.

Related Posts

Posting Komentar